Minggu, 11 September 2011

laporan las karbit

KATA PENGANTAR

Puji syukur punulis panjat kan kahadirat Allah SWT , karna berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan bengkel seksi kerja las dengan baik ,lancer , tepat waktu , dan sesuai sebagaimana mestinya . Penulis menyusun laporan ini sesuai dengan pedoman penyusunan laporan dan disusun dengan sederhana agar pembaca mudah dalam memahaminya.
Adapun tujuan pembuatan laporan ini adalah sebagai kewajiban praktikum dalam penyelesaian pada praktek bengkel kerja bangku semester 2 di Politeknik Negeri Sriwijaya khususnya jurusan tehnik mesi n. Penulis menyadari masih banyak kekurangan ataupun kesalahan , baik yang materi maupun sistematik penulisan nya . Untuk itu keritik dan saranya yang mendukung sangat penulis harapkan demi perbaikan kesempurnaan laporan ini.
Penulis mengucapkan terimakasih kepada :
1. Kepada kedua orang tua saya yang selalu memberi doa dan dukunganya.
2. Kepada Bapak H. Indra Gunawan .S.T dan Bapak Ibnu Asrafi,S.T. sebagai dosen pembimbing.
3. Kepada semua pihak yang membantu dalam penyelesaian laporan ini.
Akhir kata penulus berharap laporan ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa dan pembaca pada umumnya .



Palembang ,juni, 2011


Penulis


DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN SAMPUL.............................................................................................. I
KATA PENGANTAR............................................................................................... 1
DAFTAR ISI.............................................................................................................. 2
BAB 1 PENDAHULUAN.......................................................................................... 3
1.1 Latar belakang ...................................................................................... 3
1.2 Tujuan dan manfaat................................................................................ 3
1.3 Permasalahan........................................................................................... 4
1.4 Batas masalah........................................................................................... 4
1.5 Metode penulisan .................................................................................... 4
1.6 Sistem penulisan....................................................................................... 5
BAB 2 LANDASAN TEORI......................................................................................... 6
2.1 Pengertian las ............................................................................................ 6
2.2 Keuntungan penggunaan las...................................................................... 6
2.3 Macam – macam las.................................................................................... 6
2.4 Peralatan dan bahan.................................................................................. 7
2.5 Jenis api las.................................................................................................. 11
2.6 Teknik pengelasan ..................................................................................... 12
2.7 Macam-macam kampuh las....................................................................... 12
2.8 Macam –macam posisi pengelasan............................................................ 13
2.9Gerak kawat las............................................................................................ 14
2.10Perlengkapan keselamatan las................................................................... 15
2.11Nyala api balik dan nyala api letup.......................................................... 18
BAB 3PROSES PRODUKSI / JASA.............................................................................. 19
3.1Alat dan bahan .............................................................................................. 19
BAB 4 GAMBAR DAN LANGKAH KERJA................................................................ 21
BAB 5 PENUTUP .......................................................................................................... 33
5.1Kesimpulan .................................................................................................... 33
5.2Saran ............................................................................................................... 33
DAFTAR ISI...................................................................................................................... 34






BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang
Perkembangan dan penerapan ilmu dan teknologi khususnya di dunia industri saat ini mengalami kemajuan yang semakin pesat. Sejalan dengan hal tersebut, lembaga pendidikan dituntut untuk menghasilkan tenaga – tenaga ahli profesional baik secara teori maupun prakteknya. Tentunya lembaga pendidikan seperti ini harus memiliki fasilitas praktek yang mendukung tercapainya tujuan tersebut.
Untuk itu, semakin berkembangnya zaman menuju ke arah yang lebih maju, semakin berkembang pula teknologi yang diciptakan oleh manusia. Peralatan yang diciptakan pun semakin memudahkan segala pekerjaan manusia. Teknolgi-teknologi besar dan kecil bermunculan di mana – mana. Perkembangan tersebut menyangkut juga di bidang perkitan dengan menggunakan las. Telah banyak diciptakan peralatan-peralatan industri dan rumah tangga yang cara perakitanya menggunakan las.
Las digunakan sebagai perakitan dan pemotongan logam fero maupun non fero pada suatu industri. Pada masa sekarang ini tehnik pengelasan selalu digunakan sebagai sarana dalam esembling dan pemotongan logam fero maupun non fero ,
Untuk menghimbau hal tersebut di butuhkan tenaga – tenaga yang terampil dan profesional serta berdisiplin yang tinggi. Khususnya untuk mahasiswa Akademi ataupun Diploma di bidang mesin yang sangat diutamakan keterampilan dalam pengelasan.
Keselamatan kerja sangat penting di perhatikan pada saat bekerja. Jika tidak, akan membahayakan kita sendiri. Segalanya perlu di pertimbangkan, dengan baik.

1.2 Tujuan dan Manfaat
1.2.1 Tujuan
Dalam penyusunan laporan bengkel ini bertujuan agar Mahasiswa:
a. Mengenal dan memahami semua bahan dan peralatan yang digunakan dalam pengelasan.
b. Mengetahui bagaimana langkah – langkah perawatan dan perbaikan dari suatu kondisi mesin las .
1.2.2 Manfaat
Adapun manfaat dalam penulisan Laporan dan Praktek yang telah dilaksanakan yaitu agar Mahasiswa:
a. Dapat menjelaskan sebab terjadinya kesalahan atau kerusakan pada suatu mesin las .
b. Mengetahui cara pengelasan dan pemotongan dari semua bahan serta alat yang digunakan dalam pangelasan .
c. Mengetahui cara perawatan pada peralatan las.

1.3 Permasalahan
Adapun pembatasan masalah dalam laporan ini adalah permasalahan pada :
1. Rancang bentuk pengelasan.
2. Kurangnya pengetahuan dalam hal menguasai materi.
3. Usia peralatan yang sudah tua yang seharusnya tidak bisa dipakai lagi namun karena keterbatasan dana, hal itupun diabaikan.
4. Peralatan las yang mengalami kerusakan sehingga perlu adanya perawatan dan perbaikan.

1.4 Batasan Masalah
Untuk menghindari terlampau luasnya ruang lingkup dan tercapainya suatu hasil yang jelas dan bersikap praktis maka penulis membatasi hanya pengataan umum tentang las dan tehnik pengelasa asetilin.
1.5 Metode Penulisan
Dalam penyusunan laporan ini, metode – metode yang penulis gunakan untuk mengumpulkan data adalah sebagai berikut :
a. Praktek Langsung
Pelaksanaan praktek ini dimulai dari tanggal 8 juni 2011, sesuai jadwal yang telah ditentukan. Praktek tersebut dibagi menjadi beberapa kelompok yang mempunyai tugasnya masing-masing sesuai job yang diberikan. Satu job yang telah dipraktekkan akan dilanjutkan pada job selanjutnya, sehingga semua job yang ditargetkan dapat tercapai. Akhir praktek yang dilakukan sampai dengan tanggal 6 juli 2011.
b. Metode Literatur / Studi Pustaka
Pembahasan masalah praktek pengelsan dan sambungan dan Maintenance Repair Peralatan las diambil dari berbagai referensi antara lain, dari buku panduan pengelasan pematrian pemotongan dengan pemanasan, modul teknologi mekanik 2 atau yang berhubungan dengan masalah pengelasan dan Maintenance Repair Peralatan las, dapat pula dari internet maupun sumber ilmu yang mendukung pelaksanaan praktek tersebut.

1.6 Sistematika Penulisan
Metode dalam penulisan laporan bengkel listrik semester 4 ini adalah sebagai berikut :
Bab I Pendahuluan
Memuat tentang latar belakang dan tujuan dari latihan praktek bengkel mesin semester 2. Dalam bab ini dibagi menjadi empat bagian yaitu : Latar Belakang, Tujuan dan Manfaat, Permasalahan, Batasan Masalah, Metode Penuliasan dan Sistematika Penulisan.
Bab 2 landasan teori
Terdiri dari teori dasar mengenai pengalasan, berbagai macam peralatan las beserta penjelasannya dan lain-lain.
Bab 3 Proses produksi dan Jasa
Berisi tentang faselitas ,bahan ,peralatan yang di perlukan dalam proses pengelasan karbit (asetelin).
Bab 4 Langkah kerja dan gambar kerja
Berisi tantang langkah kerja dan gambar kerja.
Bab 5 Penutup
Berisi tentang kesimpulan dan saran pada praktek bengkel mesin semester 2.












BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian las
Munrut Duetch Industrie Normen (DIN) las adalah ikatan metalurgi pada sambungan logam atau paduan logam yang dilaksanakan dalam keadaan lumer atau cair. Sedangkan Las Asetilin adalah suatu proses pengelasan dimana panas untuk pengelasan di dperoleh dari nyala api hasil pambakaran bahan bakar gas oksigen (O2) dengan gas asetelin.
Dari keterengan di atas mengelas adalah menyatukan dua buah logam atau lebih dengan mengadakan ikatan metalurgi di bawah pengaruh panas . Untuk mendapatkan ikatan metalurgi ada banyak cara dilakukan ,yakni :
a) Logam yang disambung dipanas sampai suhu terentu yang terletak dibawah atau di atas titik lebur , kemudian logam yang disatukan dengan cara ditakan atau dipukul (las tekan ).
b) Logam yang disambung bersama –sama dengan bahan tambah ( apabila di perlukan) dicairkan ( las busur cair).
c) Bahan tambah di cairkan kemudian diletakan pada logam yang di sambung.

2.2 Keuntungan Penggunaan Las

a) Konstruksi sambungan las mudah dilakukan.
b) Waktu pangerjaan sambungan las relatif lebih cepat .
c) Bahan lebih ringan .
d) Diperoleh bentuk sambungan yang lebih estetis (indah).

2.3 Macam –macam las :
a) Las gas.
b) Las resentansi listrik .
c) Las tempa.
d) Las cair .
e) Las tekan.
f) Las cair busur listrik.
g) Las termit .
h) Las terak .

2.4 Peralatan dan Bahan
Dalam pengelas karbit kita memerlukan beberapa peralatan yang harus disiapkan agar proses pengelasan dapat kita lakukan dengan lancar dan hasil yang sempurna perlatan tersubut yakni :
a) Brander las
Brander lasberfungsi sebagai tempat brcampurnya gas karbit dengan oksigen (o2) untuk kemudian dinyalakan menjadi busur api yang nantinya digunakan untuk mengelas.
Gambar : Brande las (torch)
b) Regulator
Seprti isilah pada umumnya regulator edalah alat pengukur atau pematas ukuran . Pada las karbit ini regulator berfungsi untuk mengukur tekanan gas pada tabung dan membatasi tekanan gas yang keluar dari tabung , baik oksigen (o2) maupun karbit .

Gambar : regulator
c) Generator asetilin
Generator dapat membuat gas asetilin dengan cara mencampur karbit ( calcium carbide ) den gan air . Air dalam generator berfungsi sebagai pendingin .
Syrat keamana yang harus dipenuhi sebuah generator adalah :
a. Selama dalam pemakaian suhu air tidak boleh lebih dari 60 oC.
b. Suhu gas oksigen yang terjadi tidak boleh mencapai 100 oC .

Bagian -bagian utma generator asetelin :
a. Rung Rung karbit dan dapur gas atau retor.
b. Rung air.
c. gas asetelin .
d. Kunci air atau katub air.
e. Alat pembersih atau penyaring gas . .
f. Pangukur tekan gas atau monometer (untukk generator tegangan tinggi ).
g. Alat pengaman bia terjadi tekanan gas melebihi tekana yang di izinkan.
Macam - macam generator asetelin:
• Menurut system pencapuran air dengan gas :
a. System lempar atau system clup karbit dilempar atau di clup.
b. System tetes dimana air menetes di atas karbit .
• Munurut tekananya :
a. Generator asetelin tekanan sedang (0,03 - 0,2 ).
b. Generator asetelinn tekanan tinggi ( 0,2 – 1,1 bar ).

Prisip kerja generator :

Generator system lempar :
a. Karbit dijatuhkan kedalam air , berlangsungah pembuatan asetelin .
b. Gas asetelin yang teradi naik dan berkumpul dalam gas .
c. Dari ruang gas asetein masuk kekunci air siap untuk di pergunakan .
Generato system tetes :
a. Air menetes keats permukaan butir yang ditempatkan pada lanci didalam retor.
b. Gas yang terjadi naik dan masuk keruang gas .
c. Dari ruang gas dengan melalui pembersih masuk ke kunci air .

d) Gas karbit (Acatelin )
Gas karbit banyak digunakan dalam pengelasan busur cair gas daripada bahan dasar lainnya .Hal ini di karnakan gas karbit memiliki banyak kelebihan diantaranya :
• Gas karbit mudah dibuat dan tidak beracun
• Mempunyai sifat menyerap asam sehingga dapat mengurangi oksidasi
• Gas karbit mempunyai nilai panas yang tinggi ,karna suhu api yang dicapai pada gas
karbit sangat tinggi

Table suhu api las acetelyne

NAMA GAS SUHU API
Oksi –gas karbit 3.100 -3.200 oC
Oksi – gas propane 2.500 oC
Oksi - gas hydrogen 2.370 oC
Oksi –gas coal 2.200 oc
Udara –gas karbit 2.450 oc
Udara - gas coal 1.871 oc
Udara – gas propane 1.750oc

• Kecepatan pembakaran sangat tinggi
• Cocok untuk segala teknik pengelasan las gas.

Cara pembuatan gas karbit ada tiga cara yakni : system tetes , system cebur . Dari ketiga system diatas yang di anggp palig efektif adalah system tetes .Reaksi kimia yang terjadi adalah:
Ca.C2 + 2. H2O → Ca (OH) 2 + C2H2 + g
Keterangan:
Ca.C2 : Batu karbit
Ca( OH )2 : Kapur terguyur
C2H2 : Gas karbit
H2O : Air
g : panas
Batu karbit 1 kg dapat menghasilkan gas karbit sekitar 250- 300 kg gas . Pada tabung gas karbit yang dipasarkan berisi 40 liter dengan tekanan 15 bar . Batu karbit dapat diperoleh dengan cara melebur batu kapur (Ca ) dan arang ( C )dalam tungku listrik . reaksi kimianya :
CaO → Ca C2 + CO2
e) Gas Oksigen
Banyak sedikit gas oksigen berpengaruh pada suhu pembakaran . P emakaian gas oksigen = voleme tabung × penurunan tekanan , sedangkan pemakaian gas karbit = 0,9 × pemakaian oksigen .
Tekanan kerja yang dipakai pada gas oksigen antara 3-4 bar dan untuk gas karbit pada pembakaran sebesar 0,5 – 0,6 bar, sedangkan pada pembakaran kecil berkisar 0,3 – 0,4 bar.
f) Katup Pengaman tekanan balik
Utuk menghindari kecelakaan kerja ( kebakaran )maka perlu dipasdang katup tekanan balik . Tekan balik akan terjadi ketika tekanan udara luar lebuh kecil dari tekan dari dalam tabung ,atau bias terjadi ketika gas karbid dalam tabung sudah mulai habis.
g) Kacamata las
Kacamata berfungsi untuk melindungi mata dari kilauan busur api yang dihasilkan dari las karbid .

Gambar : Kacamata las

h) Tang penjepit
Tang penjepit berfungsi untuk memegang dan mengambil benda kerja .
Gambar :Tang penjepit
i) Sarung tangan
Dengan memakai sarung tangan kita akan lebih aman dari percikan –percikan api dan logam yang sedang di las.
Gambar : sarung tangan
j) Sumber api
Dalam menyalakan busur api kita memerluka sumber api.
Gambar : Sumber api
k) Palu besi
Dalam menyambung dua buah permukaan plat di perlukan kerataan masing – masing plat.


Gambar : Palu besi

l) Jarum pembersih brander
Semakin lama kita melakukann pengelasan maka akan terjadi penyumbatan oleh arang pada torekh ( ujung brender ) maka dari itu perlu kita bersihkan dengan menggunakan jarum pembersih .
Gambar : Jarum pembersih brender
m) Kunci tabung
Untuk membuka dan menutup tabung gas karbid dan tabung gas oksigen (O2) kita memerlukan kuncj tabung .Bentuk kunci tabung bermacam – macam ada yang berbentuk palang dan ada yang brbentuk lurus .
n) Sikat baja
Selesai porses pengelasan biasanya permukaan menjadi kotor oleh arang .Brsihkan dengan menggunakan sikat baja kemudian lapisi bidang pengelasan dengan cat atau minyak untuk menghindari terjadi korosi .
Gambar : Sikat baja
o) Selender gas
Perbedaan silendar zat asam dan selindar asetilin
• Bentuk :
Zat asam : Zat asam : tinggi langsing .
Asetilin : pendek gemuk .
• Tekanan maksimum :
Zat asam : sampai 150 kg/cm 2.
Asetilin :sampi 15 kg /cm 2.
• Katup atau pembuka katup :
Zat asam : roda tangan .
Asetilin : kunci sok .
• Baut dan mur pengikat :
Zat asam : ulir kanan .
Asetilin : ulir kiri .
p) selang gas
Untuk mengalirkan gas yang keluar dari tabung menuju torch digunakan selang gas. Untuk memenuhi persyaratan keamanan, selang harus mampu menahantekan kerja dan tidak mudah bocor. Dalampemakaiannya, selang dibedakan berdasarkan jenis gasyang dialirkan. Untuk memudahkan bagimana membedakan selang Oksigen dan selang Asetilen mak cukup memperhatikan kode warna pada selang. Berikut ini diperlihatkan table yang berisi informasi tentang perbedaan warna untuk membedakan jenis gas yang mengalir dalam selang.
Gambar : selang las
2.5 Jenis Nyala Api Las Acetelyne
Dalam pengelasan manggunakan las karbid perlu di ketahui juga jenis – jenis nyala api . Nyala api pada las karbid ada tiga macam yaitu :
• Nyala api karburasi
Adalah nyala api yang kelebihan gas kerbid . Batas nyala ketiga kerucut yang terjadi tidak jelas . Penerapannya untuk mengelasan baja dengan karbon (C) tinggi ,tuang kelabu , tuang temper dan untuk paduan logam paduan ringan .
Gambar : Nyala api karburasi
• Nyala api oksidasi

Adalah nyala api yang kalebihan oksigen ( O2) .Pada nyala api oksidasi terlihat dua kerucut Kurucut bagian dalam berwarna ungu dan biasanya terdengar suara berdesis .Nyala api oksidasi biasanya menimbulkan terak ,gelembung gas , kecuali pada logam kuningan . Kegunaanya untuk mengelas kuningann dan memotong logam .
Gambar : Nyala api oksidasi
• Nyala api netral
Adalah nyala api yang terbentuk karna campuran gas karbid dan oksigen seimbang .Nyala api netral terdapat dua kerucut dengan batas yang cukup jelas , kerucut dalam brwarna putih bersinar dan kerucut luar berwarna biru kuning pada nyala api netra tarjadi reaksi pembakaran dua tingka , yakni :
a. Kerucut dalam : C2H2 + O2 → 2CO + H2
b. Kerucut luar :2CO + O2 →2C2
c. H2 + O2 → 2H2O
Nyala api netral digunakan untuk mengelas baja , tembaga , zeng , dan nikel. Dalam pengelasan karbid kita perlu memperhatikan tabel pangunaan nyala api yang sesuai agar menapatkann hasil pengelasann yang baik .
Gambar : Nyala api netral

NAMA LOGAM JENIS NYALA API FLUKS LOGAM PENGISI
Baja karbon Sedikit karburasi Tidak perlu Baja karbon rendah
Besi cor abu - abu Netral Perlu Perunggu
Oksidasi lemah Tidak perlu Nikel
Nikel Karburasi Tidak perlu Nikel
Paduan Ni –Cu Netral atau karburasi lemah Tidak perlu Monel
Tembaga Netral Tidak perlu Tembaga
Perunggu Netral atau oksidasi lamah Tidak perlu Perunggu

Tabel penggnaan nyala api
2.6 Teknik Pengelasan Las Karbid
1. Teknik Pengelasan Maju
Pada tehnik pengelasan maju , bahan tambah mendahului bernder las. Tehnik pengelasan maju banyak digunakan untuk mengelas baja ( bukan baja paduan) dengan sama tebal atau lebih kecil dari 3 mm ,pipa baja dengan tebal 3,5 mm , besi tuang dan logam non fero . untuk logam dengan ukuran tebal , lebih besar atau sama dengan 1,5 mm , gerakan brander di ayukan ,sedangkan untuk tebal kurang dari 1,5 mm gerakan ayunan semakin berkurang .
2. Teknik pengelasan mundur
Tehnik pengelasan mundur ( kebelakang ) brander las mendahlui bahan tambah . pada tehnik pengelasan arah mundur dengan posisi diatas kepala , pinggiran garis sambungan harus dileleh lebih awal dengan baik dan kawat disodorkan benar – benar tembus keatas
2.7Macam – Macam Kampuh sambungan Las
Pada rancangan rancangan bangunan suatu konstruksi ada berbagai macam sambungan yaitu :
 Kampuh lurus .
 Kampuh sudut .
 Kampuh te.
 Kampuh las berimpit.
 Kampuh las tumpul.
(1) kampuh las berimpit
(2) kampuh las sudut
(3) kampuh las tumpul
(4) kampuh las Te

2.8 Macam –macam posisi pengelasan
1. Posisi bawah tangan
Benda kerja terletak diatas bidang datar ,dan proses pengelasn berlangsung dibawah tangan.
Gambar : posisi bawah tangan
2. Posisi horizontal
Benda kerja berdiri tegak ,sedangkan pengelasan berjalan arah mendatar sejajar dengan bahu tungku las .
Gambar : posisi horizontal

3. Posisi vertikal / tegak
Benda kerja berdiri tegak pengelasan juga berjalan tegak arah naik atau arah turun .

Gambar : posisi vertical / tegak

4. Posisi diatas kepala
Benda kerja berada di atas tukang las pengelasan dilakukan di bawah .
Gambar : posisi diatas kerpala
2.9 Gerakan kawat las
Gerakan kawat las ada 3 yaitu :
• Alur zig –zag .
• Alur sepiral.
• Alur segi tiga .
Gambar : Gerakan kawat las
2.10. Perlengkapan Keselamatan Kerja


● Helm Las

Helm Ias maupun tabir las digunakan untuk melindungi kulit muka dan mata dari sinar las dengan kaca khusus yang dapat mengurangi sinar ultra violet dan ultra merah tersebut. Sinar Ias yang sangat terang/kuat itu tidak boleh dilihat dangan mata langsung sampai jarak 16 meter. Oleh karena (sinar ultra violet dan ultra merah) yang dapat merusak kulit maupun mata,Helm las ini dilengkapi itu pada saat mengelas harus mengunakan helm/kedok las yang dapat menahan sinsar las dengan kaca las. Ukuran kaca Ias yang dipakai tergantung pada pelaksanaan pengelasan. Umumnya penggunaan kaca las adalah sebagai berikut: No. 6. dipakai untuk Ias titik No. 6 dan 7 untuk pengelasan sampai 30 amper. No. 6 untuk pengelasan dari 30 sampai 75 amper. No. 10 untuk pengelasan dari 75 sampai 200 amper. No. 12. untuk pengelasan dari 200 sampai 400 amper. No. 14 untuk pangelasan diatas 400 amper. Untuk melindungi kacapenyaring ini biasanya pada bagian luar maupun dalam dilapisi dengan kaca putih.

Gambar : hlem las

● Sarung Tangan (Welding Gloves)

Sarung tangan dibuat dari kulit atau asbes lunak untuk memudahkan memegang pemegang elektroda. Pada waktu mengelas harus selalu dipakai sepasang sarung tangan.

Gambar : sarung tangan

● Apron

Apron adalan alat pelindung badan dari percikan bunga api yang dibuat dari kulit atau dari asbes.
Ada beberapa jenis/bagian apron :
● Apron lengan
● Apron lengkap
● Apron dada
Gambar : Apron

● Sepatu Las

Sepatu las berguna untuk melindungi kaki dari semburan bunga api, Bila tidak ada sepatu las, sepatu biasa yang tertutup seluruhnya dapat juga dipakai.

Gambar : Sepatu las

● Masker Las

Jika tidak memungkinkan adanya kamar las dan ventilasi yang baik, maka gunakanlah masker las, agar terhindar dari asap dan debu las yang beracun.

Gambar : Masker las




● Kamar Las

Kamar las di buat dari bahan tahan api, kamar las penting bagi orang yang ada di sekitarnya tidak terganggu oleh cahaya las. Untuk mengeluarkan gas, sebaiknya kamar las di lengkapi dengan system ventilasi: Didalam kamar las di tempatkan meja las. Meja las harus besih dari bahan-bahan yang mudah terbakar agar terhindar dari kemungkinan terjadinya kebakaran oleh percikan terak las dan bunga api.
Gambar : kamar las


● Jaket Las

Jaket pelindung badan + Tangan yang terbuat dari kulit / Asbes.

. Gambar: jaket las

2.11 Nyala balik dan nyala letup
Nyala balik adalah nyala api kembali kedalam pembakaran atau pembakaran gas terjadi didalam pembakaran .
Sebab - sebab terjadinya nyala balik :
a. Tekanan kerja salah ,tidak sesuai dengan mulut pembakaran yang yang digunakan.
b. Mulut pembakaran ,injoktor atau pencampuran longgar atau lepas sama sekali .
c. Pembakaran las kotor .
d. Selang las terkilir atau terputar ,sehingga aliran las terganggu.
Nyala api letup adalah nyala api yang disebabkan oleh :
a. Tekan kerja asetelin terlalu kecil tidak sesuai dengan mulut pembakaran yang digunakan.
b. Ujung pembakaran terlalu panas karna terlalu panas lama dipakai .
c. Ujung pembakaran terlalu panas karna terlalu dekat pada kawah las .

BAB 3
PROSES PRODUKSI / JASA
3.1 Alat Dan Bahan
Fasilitas dan peralatan yang diperlukan untuk proses pengerjaan kerja las :
No Nama Alat Jumlah Satuan Pemilik
1 Tang Penjepit 1 Buah Polsri
2 Martil 1 Buah Polsri
3 Korek Las 1 Buah Polsri
4 Kaca Mata Las 1 Buah Polsri
5 Sarung Tangan 1 Unit Polsri
6 Apron 1 Unit Polsri
7 Sikat Baja 1 Buah Polsri
8 Perlengkapan Las 1 Unit Polsri
TABEL ALAT
3.1.2 Bahan
Bahan yang digunakan untuk melakukan proses pengerjaan las.
No Nama Bahan Jumlah Satuan Pemilik
1 Pelat Baja 10 Lembar Polsri
2 Bahan Tambah 1 Rol Polsri
3 Gas Asetilin 1 Liter Polsri
4 Oksigen 1 Liter Polsri
TABEL BAHAN


3.1.3 Fungsi Produk/Jasa
Fungsi produk / Jasa dari kerja las antara lain :
• Digunakan Untuk menyambung pelat yang patah
• Untuk menyambungkan duah buah pelat,
• Dan mengelas benda-benda yang tipis dalam bentuk baja atau besi.




















BAB 4
GAMBAR DAN LANGKAH KERJA
LATIHAN I







NO URAIAN GAMBAR ALAT
1 - Sediakan flat st 37 dengan ukuran 120 x 100 x 1.2 mm
- Tandai pelat tersebut seperti terlihat pada gambar disamping dengan menggunakan kapur
- Mistar
- Kapur
2 - Buka tutup pengunci pada aliran gas dan asetilin kemudian atur tekanannya.

- Kunci pas
- Tang jepit
3 -Buka sedikit kerangan asetilin, hidupkan korek api pematik
- Atur tekanan api pada Nozle sampai titik api Netral
- Korek api
- Kaca mata
- Brander
4 - Las benda kerja tersebut tanpa mengunakan bahan tambah, Cairkan benda tersebut
- Seperti terlihat pada gambar.
- Setelah selesai dinginkan benda kerja dengan air kemudian beri No Coin dengan meggunakan kapur. - Kaca mata
- Brander
- Tang
- Air
- Kapur tulis










LATIHAN II







NO URAIAN GAMBAR ALAT
1 - Sediakan flat st 37 dengan ukuran 120 x 100 x 1.2 mm
- Tandai pelat tersebut seperti terlihat pada gambar disamping dengan menggunakan kapur
- Mistar
- Kapur
2 - Buka tutup pengunci pada aliran gas dan asetilin kemudian atur tekanannya,

- Kunci pas
- Tang jepit
3 -Buka sedikit kerangan asetilin, hidupkan korek api pematik api
- Atur tekanan api pada Nozle sampai titik api Netral
- Korek api
- Kaca mata
- Brander
4 - Las benda kerja tersebut dengan mengunakan bahan tambah/kawat, Cairkan benda dan bahan tambah tersebut untuk membut kampuh Seperti terlihat pada gambar.
- Setelah selesai dinginkan benda kerja dengan air kemudian beri No Coin dengan menggunakan kapur.
- Kaca mata
- Brander
- Tang
- Air
- Kapur tulis











LATIHAN III


NO URAIAN GAMBAR ALAT
1 - Sediakan 2 flat st 37 dengan ukuran 120 x 30 x 1.2 mm
- Letakkan kedua plat tersebut pada bagian yang rata kemudian atur posisi untuk pengelasan.
- Mistar
- Kapur
2 - Buka tutup pengunci pada aliran gas dan asetilin kemudian atur tekanannya.
- Kunci pas
- Tang
3 -Buka sedikit kerangan asetilin, hidupkan korek api pematik api
- Atur tekanan api pada Nozle sampai titik api Netral - Korek api
- Kaca mata
- Brander
4 - Las benda kerja tersebut dengan mengunakan bahan tambah/kawat, Cairkan benda tersebut seperti terlihat pada gambar.
- Setelah selesai dinginkan benda kerja dengan air kemudian beri No Coin dengan menggunakan kapur.
- Kaca mata
- Brander
- Tang
- Air
- Kapur tulis










LATIHAN IV







NO URAIAN GAMBAR ALAT
1 - Sediakan 2 flat st 37 dengan ukuran 120 x 30 x 1.2 mm
- Letakkan kedua plat tersebut pada bagian yang rata kemudian atur posisi untuk pengelasan.
- Mistar
- Kapur
2 - Buka tutup pengunci pada aliran gas dan asetilin kemudian atur tekanannya.
- Kunci pas
- Tang jepit
3 -Buka sedikit kerangan asetilin, hidupkan korek api pematik
- Atur tekanan api pada Nozle sampai titik api Netral
- Korek api
- Kaca mata
- Brander
4 - Las benda kerja tersebut tanpa bahan tambah Cairkan benda tersebut seperti terlihat pada gambar.
- Setelah selesai dinginkan benda kerja dengan air kemudian beri No Coin dengan menggunakan kapur.
- Kaca mata
- Brander
- Tang
- Air
- Kapurtulis














LATIHAN V






NO URAIAN GAMBAR ALAT
1 - Sediakan 2 flat st 37 dengan ukuran 120 x 30 x 1.2 mm
- Letakkan kedua plat tersebut pada bagian yang rata kemudian atur posisi untuk pengelasan.
- Mistar
- Kapur
2 - Buka tutup pengunci pada aliran gas dan asetilin kemudian atur tekanannya
- Kunci pas
- Tang jepit
3 -Buka sedikit kerangan asetilin, hidupkan korek api pematik api
- Atur tekanan api pada Nozle sampai titik api Netral
- Korek api
- Kaca mata
- Brander
4 - Las benda kerja tersebut dengan menggunakan bahan tambah, Cairkan benda dan bahan tambah tersebut untuk membuat kampuh seperti terlihat pada gambar.
- Setelah selesai dinginkan benda kerja dengan air kemudian beri No Coin dengan menggunakan kapur.
- Kaca mata
- Brander
- Tang
- Air
- Kapur tulis








BAB 5
PENUTUP
5. 1 Kesimpulan
Dari pembahasan sebelumnya maka didapat kesimpulan seperti berikut ini:
1. Untuk mengerjakan bagian kerja yang berfungsi sebagai pembenahan benda-benda yang rusak.
2. Melatih gerakan tangan, mata dan pikiran pada waktu mengelas gerakan tangan juga harus stabil supaya mendapatkan hasil las yang baik.
3. Membuat suatu benda yang dapat bermanfaat dalam dunia perindustrian maupun dalam masyarakat.

5. 2 Saran
Pada pengelasan, perlu memperhatikan gerakan tangan dan nozel karena kalau kita mengelas suatu benda,api nozel jangan terlalu dekat dengan benda itu dikarena bisa merusak benda dan benda/pelat juga bisa bolong.


DAFTAR PUSTAKA


Gunawan indra , fenoria putri. (2011). Tenologi mekanik 2, Palembang : polsri.
Ekasari emi . ( 2006 ) . Melakukan prosedur pengelasan ,pematrian ,pemotongan dengan panas dan pemanasan , Musirawas ( LUBUK LINGGAU ) : SMK N Tugumulyo.
Gunawan indra , Ibnu asrafi . (2011). Teori bengkel . tidak di terbitkan .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar